PPP Pertanyakan Netralitas Lembaga Survei
Jakarta - Menjelang bergulirnya musim kampanye 2009, beragam lembaga survei berlomba-lomba mengeluarkan hasil penelitiannya. Namun Fraksi PPP mempertanyakan netralitas dan objektivitas lembaga survei dalam melakukan penelitian.
“Netralitas dan objektivitas lembaga survei belakangan ini diragukan,” tulis Ketua FPPP Lukman Hakim Saefudin kepada detikcom, Selasa (2/11/2008).
Menurut Lukman, hampir semua lembaga survei saat ini juga bekerja sebagai lembaga konsultan politik. Jika tidak dikontrol atau diawasi, publik bisa saja dapat terpengaruh dari hasil survei yang dikeluarkan oleh sebuah instansi.
Lukman yang juga merangkap sebagai Ketua DPP PPP ini pun memberi saran bagaimana mengantisipasi persoalan tersebut. Bagi Lukman, publik juga harus mengetahui metodologi penelitian termasuk bagaimana cara penarikan sampling, di mana domisili atau lokasi responden, serta bagaimana bentuk atau rumusan kuesioner.
Lembaga survei masih dianggap perlu oleh Lukman, untuk itu masyarakat juga harus menjaga transparansi dan akuntabilitasnya. Lukman berharap, lembaga survei jangan sampai dijadikan alat untuk suatu kelompok. Untuk itu, FPPP mendukung penuh KPU dalam membuat akreditasi bagi lembaga survei.
“Lembaga survei jangan terjebak dan dijadikan alat oleh pemodal besar dalam memenangi pilkada atau pemilu,” jelasnya. ~ Sumber : pemilu-online.com
Filed under POLITIK |3 Responses to “PPP Pertanyakan Netralitas Lembaga Survei”
Leave a Reply
PPP Pertanyakan Netralitas Lembaga Survei
apa sih yg ngga bisa dibeli dinegeri ini ? hasil survey itu bisa dibuat sesuai pesanan kok… (konon kata orang sih ..
waktu pemilukada palembang juga ada 3 lembaga yang ngitung hasil suara.
dan tiga-tiganya beda hasil